
Tidak kurang dari 10.000 penduduk di Gaza kini kehilangan akses ke air bersih dan kesehatan, ditambah lagi 60 persen dari total populasi di sana hanya mendapat akses terbatas dengan kondisi yang memprihatinkan.
Sebagai dampak pemboikotan total terhadap Gaza, dengan ditutupnya jalur masuk ke sana sejak Juni 2007, segala keperluan dan suplai peralatan uintuk pembangunan dan operasional fasilitas air bersih dan kesehatan dilarang masuk oleh tentara Israel. Hal tersebut membawa dampak yang sangat buruk terhadap tersedianya pelayanan ini.

Merlin (Medical Emergency Relief International) sedang menyoroti segala kebutuhan untuk melakukan tindakan darurat dalam penanggulangan krisis (air dan kesehatan) ini di Gaza, dan sudah membuat kerjasama dengan organisasi-organisasi kemanusiaan lain dan PBB untuk memberikan perhatian kepada persoalan dan situasi tersebut.
Laurent Viot, Manajer Program Merlin untuk Asia dan Timur Tengah, mengatakan:
“Kerusakan hebat pada instalasi air bersih dan fasilitas kesehatan meningkatkan ancaman “waterborne disease” (wabah yang muncul karena konsumsi air yang telah terkontaminasi -red), dan ketiadaan material konstruksi menyebabkan struktur-struktur ini tidak bisa diperbaiki.”
Kehancuran yang diakibatkan pertempuran yang berlangsung sepanjang 2008/2009 semakin memperburuk situasi sebelumnya sudah sangat memprihatinkan, dan hanya menyisakan beberapa fasilitas dengan kondisi hampir ambruk. Sedangkan bantuan dari luar yang diijinkan untuk masuk sejak itu, tidak sebanding dengan kebutuhan untuk mengembalikan fungsi saluran air bersih dan kesehatan bagi penduduk Gaza. (Afz/Urk/Jurnalislam)
